do the best, and Allah do the rest

Posted: April 18, 2013 in Uncategorized

Image

Lama sekali tidak menulis di blog, saatnya menulis.
kali ini saya akan membahas kata yang sangat menenangkan jika dilaksanakan
“do the best, and Allah do the rest”
kata dalam bahasa inggris ini sangat erat kaitannya dengan tawakal. Hal yang tak bisa dipisahkan adalah Doa, Usaha, Dan Tawakal kepada Allah.

1. Berdoa

Orang merasa dirinya pintar, dia yakin dengan apa yang ada dalam dirinya. Tapi pernahkah berfikir, siapa yang mengatur semuanya ? siapa yang memberikan kemampuan tersebut ? siapa yang melancarkannya. Maka hanya orang-orang yang sombong saja yang tidak berdoa. Dengan berdoa maka kita memohon kepada Dzat yang paling Agung, Dzat yang Maha segala-galanya. Insyaalah dengan berdoa, maka jalan kita akan dilancarkan dan dikabulkan. Selain itu disarankan untuk berdoa dengan penuh keyakinan dan pada waktu2 mustajab.

{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ}

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila dia berdoa kepada-Ku”  (QS al-Baqarah:186)

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mukmin: 60).

Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Ayat ini memberikan faedah bahwa doa adalah ibadah dan bahwa menginggalkan berdoa kepada Rabb yang Maha Suci adalah sebuah kesombongan, dan tidak ada kesombongan yang lebih buruk daripada kesombongan seperti ini, bagaimana seorang hamba berlaku sombong tidak berdoa kepada Dzat yang merupakan Penciptanya, Pemberi rezeki kepadanya, Yang mengadakannya dari tidak ada dan pencipta alam semesta seluruhnya, pemberi rezekinya, Yang Menghidupkan, Mematikan, Yang Memberikan ganjarannya dan yang memberikan sangsinya, maka tidak diragukan bahwa kesombongan ini adalah bagian dari kegilaan dan kekufuran terhadap nikmat Allah Ta’ala. (Lihat kitab Tuhfat Adz Dzakirin, karya Asy Syaukani).

2. Usaha

Usaha merupakan hal wajib untuk meraih apa yang diinginkan. Tentunya tidak dibenarkan jika kita hanya berdoa, kemudian tanpa usaha. Ibarat memerintah Allah saja. Kita meminta, namun tidak mau meraihnya…

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah” (QS. Al Jumu’ah [62]: 10). Dalam ayat-ayat ini terlihat bahwa kita juga diperintahkan untuk melakukan usaha.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

Tidak ada suatu makanan yang lebih baik bagi seseorang (selain)
daripada apa yang dihasilkan oleh karya tangannya sendiri.[4]

3. Tawakal

dan yang terakhir adalah tawakal. Tawakal bukan berarti tanpa usaha. Tawakal dilakukan setelah usaha maksimal. Dikisahkan bahwa ada seseorang yang baru datang dari luar kota menemui Rasulullah. Beliau menanyakan apakah ontanya sudah diikat (di parkir secara benar dan dikunci). Orang itu menjawab: Tidak ya Rasulullah, saya tawakkal saja kepada Allah. Rasul lalu menegurnya; (jangan begitu), ikat dulu untamu secara benar, baru engkau bertawakkal kepada Allah. Dari hadis itu dapat difahami bahwa kepercayaan kepada Allah sebagai Yang Maha Kuasa , Maha Pengatur dan Maha Penentu tidak mengurangi professionalitas dan rasionalitas usaha.

إِعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

Ikatlah dulu untamu itu kemudian baru engkau bertawakkal.[Hasan: HR. at-Tirmidzi (no. 2517)]

Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 310)

dengan Berdoa, Berusaha, dan Bertawakal maka insyaalah dalam setiap usaha kita bernilai pahala, mendapat hasil yang maksimal, dan membuat hati tentram.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s