Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Ujung genteng is a small city in Sukabumi, West Java. I’ve been here for several day in 2013. There is a beach with sunset in the evening and sunrice in the morning. When you stay there, you can see both of them.

Yeah, i go to there with my boarding house friends. You can call them renaldy, suma, and wildan. We go to there by motorcycle. I think this place located 230 kilometers from our place, bandung, west java.

When we arrived there, we could see sunset in the evening.

when we wake up in the morning, we could see sunrise in the morning.

i think this beach is beautiful place. But the goverment must promote this place and take care well.

the people in here is very polite to us, and maybe the majority people in here are fisherman.

ImageImageImageImage

Advertisements

It’s story about my first flight, my first time to go aboard. This is Shenzhen, China.

yeaa.. it’s about my first experience in China. We are choosen by Huawei to follow the program -“Telecom seeds for future” in Shenzhen and Beijing. 

We flight from jakarta with Garuda Indonesia airlines to go Hongkong before shenzhen. I think hongkong is small country with a great sea and buliding. Look at this picture. you can see HK with sea and tall bulding.

Image

 

when we arive, we are greeted by sea (pic above). But when we are on the road, the midle trip to Shenzhen, we see tall builing. Look like in the Jackie Chan movie. 

Image

 

It’s my first time on the road with tunnel.

Image

 

Finally we arrived in Shenzhen (SZ), China. 

Image

 

yea… This is Shenzhen ! you can see so many tall building, trees on the side of road, multi nationals eterprise, restorant, and entertaiment place.

Image

 

Image

 

Image

Huawei Internship Program 2013

This picture is taken when we have agenda to breakfasting together (iftar).
there so many experience about this program.
from submiting CV, interview by mentor, work, etc.
Thanks to ana, ami, iha, budi,ichwan for the RNP (Radio Network Planning) Team and Mr. Samuel, Mr. Dudiek to be our mentors.
we have a great memory.

頑張れ頑張れ YUI-fight

Posted: August 1, 2013 in Uncategorized

頑張る頑張れ そうさ人生は引き返せない
「Do your best, do your best That’s right, life isn’t something you can do over 」
-Berjuanglah berjuanglah begitulah kehidupan, takkan bisa kembali-

Because when sometime later you look back the “younger days” of today will certainly become something reminiscent.

diambil dari lirik YUI dengan judul fight

memberikan inspirasi untuk selalu memberikan yang terbaik

頑張れ頑張れ !

Terjajah di Negeri Sendiri ?

Posted: July 18, 2013 in Uncategorized

Masa kuliah semester 6 resmi berakhir setelah terakhir ujian tanggal 13 Juni 2013. Ketika itu aku bersama teman2 yang seharusnya liburan langsung tancap gas menuju jakarta karena tanggal 14 juni harus menuju ke Kantor Huawei Tech Investment. Acara ini merupakan salah satu dari rangkaian acara Huawei Internship Program, tempat dimana aku harus melakukan KP.

Saat bekerja disini, tepatnya di gedung BRI II ini… hal yang membuat terkesan adalah betapa banyak orang china yang bekerja disini..mungkin dapat dikatakan terdapat 3 bahasa dalam berkomunikasi yaitu Indonesia, Inggris, dan China.

Setelah berberapa hari bekerja aku sempat berfikir, Secara moral apa bedanya sih jaman sekarang dengan jaman penjajahan ?. Bisa kita lihat di sekitar kita, banyak sekali perusahaan-perusahaan multinasional yang notabenya saham terbesar dikuasai oleh asing, para petinggi-petinggi juga berasal dari orang asing, karyawan banyak orang asing, dan baru orang menengah kebawah di isi oleh orang lokal. Apabila kita bandingkan dengan sejarah penjajahan, ada yang namanya kerja rodi, romusha. Para penjajah bertindak sebagai penguasa, petinggi-petinggi, dan menyuruh orang lokal untuk bekerja keras dengan hasil yang sangat minim. Secara moral, apa bedanya ?

Begitu banyak perusahaan asing yang masuk ke tanah air ini dengan lancarnya. Adakalanya senang, karena lapangan kerja jadi terbuka. Namun ada kalanya sedih, karena di tanah air ini di isi oleh perusahaan-perusahaan asing tersebut.

Semua itu mengingatkanku pada cerita sejarah tentang Ir.Soekarno yang sangat gencar menyuarakan “Bangsa Mandiri” maupung Era Soeharto yang pernah menjadi Bapak Pembangungan walaupun banyak campur tangan asing. Namun, Hal yang aku ingat adalah perkataan bapak yang mengisi presentasi Pertama Kali masuk.

Dimanapun kita bekerja, tetep tunjukan jati diri kita sebagai bangsa indonesia. Okelah kita bekerja di Perusahaan china, tapi tetep kita adalah orang indonesia. Jangan malu menjadi dan menunjukan karakter indonesia :). tentunya yang baik-baik yaa… 🙂

Image

Lama sekali tidak menulis di blog, saatnya menulis.
kali ini saya akan membahas kata yang sangat menenangkan jika dilaksanakan
“do the best, and Allah do the rest”
kata dalam bahasa inggris ini sangat erat kaitannya dengan tawakal. Hal yang tak bisa dipisahkan adalah Doa, Usaha, Dan Tawakal kepada Allah.

1. Berdoa

Orang merasa dirinya pintar, dia yakin dengan apa yang ada dalam dirinya. Tapi pernahkah berfikir, siapa yang mengatur semuanya ? siapa yang memberikan kemampuan tersebut ? siapa yang melancarkannya. Maka hanya orang-orang yang sombong saja yang tidak berdoa. Dengan berdoa maka kita memohon kepada Dzat yang paling Agung, Dzat yang Maha segala-galanya. Insyaalah dengan berdoa, maka jalan kita akan dilancarkan dan dikabulkan. Selain itu disarankan untuk berdoa dengan penuh keyakinan dan pada waktu2 mustajab.

{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ}

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila dia berdoa kepada-Ku”  (QS al-Baqarah:186)

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mukmin: 60).

Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Ayat ini memberikan faedah bahwa doa adalah ibadah dan bahwa menginggalkan berdoa kepada Rabb yang Maha Suci adalah sebuah kesombongan, dan tidak ada kesombongan yang lebih buruk daripada kesombongan seperti ini, bagaimana seorang hamba berlaku sombong tidak berdoa kepada Dzat yang merupakan Penciptanya, Pemberi rezeki kepadanya, Yang mengadakannya dari tidak ada dan pencipta alam semesta seluruhnya, pemberi rezekinya, Yang Menghidupkan, Mematikan, Yang Memberikan ganjarannya dan yang memberikan sangsinya, maka tidak diragukan bahwa kesombongan ini adalah bagian dari kegilaan dan kekufuran terhadap nikmat Allah Ta’ala. (Lihat kitab Tuhfat Adz Dzakirin, karya Asy Syaukani).

2. Usaha

Usaha merupakan hal wajib untuk meraih apa yang diinginkan. Tentunya tidak dibenarkan jika kita hanya berdoa, kemudian tanpa usaha. Ibarat memerintah Allah saja. Kita meminta, namun tidak mau meraihnya…

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah” (QS. Al Jumu’ah [62]: 10). Dalam ayat-ayat ini terlihat bahwa kita juga diperintahkan untuk melakukan usaha.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

Tidak ada suatu makanan yang lebih baik bagi seseorang (selain)
daripada apa yang dihasilkan oleh karya tangannya sendiri.[4]

3. Tawakal

dan yang terakhir adalah tawakal. Tawakal bukan berarti tanpa usaha. Tawakal dilakukan setelah usaha maksimal. Dikisahkan bahwa ada seseorang yang baru datang dari luar kota menemui Rasulullah. Beliau menanyakan apakah ontanya sudah diikat (di parkir secara benar dan dikunci). Orang itu menjawab: Tidak ya Rasulullah, saya tawakkal saja kepada Allah. Rasul lalu menegurnya; (jangan begitu), ikat dulu untamu secara benar, baru engkau bertawakkal kepada Allah. Dari hadis itu dapat difahami bahwa kepercayaan kepada Allah sebagai Yang Maha Kuasa , Maha Pengatur dan Maha Penentu tidak mengurangi professionalitas dan rasionalitas usaha.

إِعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

Ikatlah dulu untamu itu kemudian baru engkau bertawakkal.[Hasan: HR. at-Tirmidzi (no. 2517)]

Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 310)

dengan Berdoa, Berusaha, dan Bertawakal maka insyaalah dalam setiap usaha kita bernilai pahala, mendapat hasil yang maksimal, dan membuat hati tentram.

-Fahri W M, Bandung-

Image

Waktu terus berjalan tanpa henti hingga sadar tidak sadar ada saat kita terbawa oleh hiruk pikuk kehidupan dunia ini. Setiap hari disibukkan dengan tugas-tugas yang menumpuk, kerjaan, belajar, atau hal-hal lain sehingga akan timbul yang namanya kejenuhan. Tidak hanya kejenuhan dalam pikiran, tapi juga kejenuhan hati yang setiap harinya dihadapkan kepada realita dunia ini. Sehingga tidak jarang orang – orang sangat membutuhkan refreshing, baik dengan pergi ke puncak, pantai, bersantai dengan keluarga, atau salah-salah ke tempat hiburan malam. Namun, refreshing-refreshing tersebut hanya kebahagiaan yang semu, artinya setelah pulang maka kita akan dihadapkan kepada realita-realita lagi dan akan menjadi suntuk, dan begitu seterusnya.

Lantas, bagaimana agar kita menjadi tenang, tentram, dan nyaman setiap harinya ?? Bagaimana caranya mendapatkan ketentraman yang hakiki ?

Apabila anda seorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka anda sebetulnya telah mendapatkan ketenangan, 

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath [48]: 4)

menjadi orang yang beriman itu memiliki hati yang tentram, lantas bagaimana apabila kita telah beriman tapi hati kita masih gundah ? maka tentunya kita harus intropeksi diri, muhasabah, apakah kita telah melaksanakan hal-hal yang membuat iman kita bertambah setiap harinya ?

karena sudah jelas bagi orang yang beriman dan bertaqwa, Janji Allah memberikan ketenangan, tidak ada rasa khawatir dan bersedih hati.

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung,”(QS Yunus [10]: 62-64).

Dari ayat tersebut, wali adalah orang yang beriman kepada Allah dan apa yang datang dari-Nya yang termaktub dalam Al Qur’an dan terucap melalui lisan Rosul-Nya, memegang teguh syariatnya lahir dan batin, lalu terus menerus memegangi itu semua dengan dibarengi muroqobah (terawasi oleh Allah), kontinyu dengan sifat ketaqwaan dan waspada agar tidak jatuh ke dalam hal-hal yang dimurkai-Nya berupa kelalaian menunaikan wajib dan melakukan hal yang diharomkan (Lihat Muqoddimah Karomatul Auliya’, Al-Lalika’i, Dr. Ahmad bin Sa’d Al-Ghomidi, 5/8).

Sebagai orang yang beriman, kita juga memiliki tools agar setiap saat tenang dan tentram.

“Ingatlah, hanya dengan zikir (mengingat) Allah hati menjadi tenang.”. (Q.S Ar-Ra’d: 28)

”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama  mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (H.R Muslim).

sudah tidak diragukan lagi, menjadi seorang yang beriman dan bertaqwa, senantiasa berdzikir kepada Allah, membaca, dan mempelajari Al-Qur’an adalah solusi dari ketenangan dan ketentraman hati ini.

inilah ketentraman yang hakiki, baik di dunia ataupun di akherat.

sebagai penutup, salah ada kutipan hadist agar kita benar-benar merasakan manisnya iman, indahnya iman. apabila belum merasakan, maka sangat perlu menerungkan diri kita sendiri seberapa jauh iman kita ??

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيْمَانِ: مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ)). (رواه البخاري ومسلم وهذا لفظ مسلم)

Dari Anas ra, dari Nabi saw. bersabda, “Tiga perkara jika kalian memilikinya, maka akan didapati manisnya iman. (Pertama) orang yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya. (Kedua) agar mencintai seseorang semata-mata karena Allah swt. (Ketiga), tidak senang kembali kapada kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah swt, sebagaimana ketidak-senangannya dilempar ke dalam api neraka.” (HR Bukhar Muslim dengan redaksi Muslim)

wallahualam bissawab.